Kantor Berita Internasional Ahlulbait – ABNA – Hujjatul Islam wal Muslimin Meitsam Ghulami, Kepala Pusat Riset Ruang Siber, bersama rombongan, mengadakan pertemuan dengan Dr. Barqei, Direktur Jamiatuz Zahra(sa), serta sejumlah pejabat lembaga ilmiah-hauzah tersebut.
Dalam pertemuan ini, Dr. Barqei menyatakan bahwa Jamiatuz Zahra(sa) termasuk salah satu lembaga pelopor dalam pemanfaatan ruang siber, meskipun menurutnya masih terdapat jarak menuju kondisi ideal. Ia menegaskan bahwa banyak tenaga perempuan berbakat, terutama dari kalangan thalibah, perlu diidentifikasi, dibina, dan diarahkan secara jangka panjang agar mampu berperan dalam proses pengambilan keputusan dan kebijakan ruang siber.
Ia juga menyampaikan kesiapan Jamiatuz Zahra(sa) untuk bekerja sama dalam penyusunan peta masalah dan proyek-proyek khusus di bidang ruang siber. Menurutnya, pelatihan di bidang internasional dan ruang digital sangat penting agar para aktivis mampu hadir secara lebih efektif dan terampil di medan baru tersebut.
Dr. Barqei juga menekankan pentingnya pembentukan “meja bersama” guna menindaklanjuti program kerja sama secara teratur, dengan target keluaran jangka pendek dan menengah yang jelas.
Sementara itu, Hujjatul Islam wal Muslimin Meitsam Ghulami menegaskan bahwa kehadiran perempuan dalam level pengambilan kebijakan ruang siber harus diperkuat. Ia mengatakan, ruang siber tidak boleh dipahami sebatas media sosial, karena di dalamnya terdapat isu ekonomi digital, keamanan, ketahanan, agama, bisnis, dan produksi konten.
Ghulami juga menilai bahwa perempuan telah memainkan peran penting dalam produksi konten dan aktivitas media, terutama dalam situasi krisis dan masa perang. Karena itu, menurutnya, kehadiran mereka perlu diperluas ke tingkat manajemen dan kebijakan strategis ruang siber.
Dalam akhir pertemuan, kedua pihak membahas peluang kerja sama antara Pusat Riset Ruang Siber dan Jamiatuz Zahra(sa), termasuk pembentukan forum bersama, identifikasi thalibah yang aktif di bidang digital, serta dukungan terhadap ide, proyek riset, dan startup yang berkaitan dengan ruang siber.
Your Comment